Copyright © Life,Laugh,Love
Design by Dzignine
Sabtu, April 20, 2013

Rumus Case Control (Penelitian Kasus Kontrol)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ... 
Sulitnya akan rumus dari desain Case Control membuat saya tertarik untuk menerbitkan postingan BAB 3 saya sewaktu mendpat tugas pre UAS di semester V. Sekaligus akan saya jabarkan sedikit mengenai komponen apa saja yang terdapat di Bab 3 suatu proposal? Untuk zaman saya sekarang, kami diharuskan menyertai nama penulis buku, tahun serta halaman (yup.. untuk mencegah adanya sadap menyadap, atau COPAS dari Karya Tulias Ilmiah orang lain, fungsinya kita harus benar-benar bisa mempertanggung jawabkan suatu teori yang nyata, bukan fiktif atau karangan pemalas saja.. tapi maaf, untuk Tahun dan Halaman saya Palsukan, biar terbitlah calon peneliti yang rajin baca buku, saya hanya membantu nama penulisnya saja yaa...hehe Semoga Bermanfaat :) 

A.          Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah suatu rencana, struktur, dan strategi dalam melakukan penelitian yang dimaksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi, dengan mengupayakan pengoptimalisasi yang berimbang antara validitas dalam dan validitas luar dengan melakukan pengendalian varians (Pratiknya, RHS:rhs). Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan analitik dengan pendekatan case control, yaitu suatu penelitian (survei) analitik yang menyangkut bagaimana faktor resiko dipelajari denganmenggunakan pendekatan retrospective (Notoatmodjo, RHS:rhs). Studi kasus control dilakukan dengan mengindentifikasi kelompok kasus dan kelompok control, kemudian secara retrospektif  (penelusuran kebelakang) diteliti faktor-faktor resiko yang mungkin dapat menerangkan apakah kasus dan control dapat terkena paparan atau tidak (Yasril, RHS:rhs).
Rancangan  penelitian ini yang digunakan dalam kelompok kasus yaitu PUS yang menggunakan kontrasepsi tubektomi. Kemudian yang termasuk dalam kelompok kontrol adalah PUS yang tidak menggunakan kontrasepsi tubektomi di Kecamatan Metro Selatan tahun 2012.

B.           Subjek Penelitian
1.      Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitatas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,RHS:rhs). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari populasi kasus dan populasi kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi subjek studi. Kriteria  inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel. Sedangkan kriteria eklusi adalah ciri-ciri anggota populasi yang tidak dapat diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, RHS:rhs).
      a.       Populasi Kasus
Populasi penelitian yaitu semua PUS peserta KB aktif yang menggunakan metode kontrasepsi tubektomi di Kecamatan Metro Selatan pada tahun 2012 yaitu sejumlah 33 orang.
      b.      Populasi Kontrol
Populasi penelitian yaitu semua PUS peserta KB aktif yang tidak menggunakan metode kontrasepsi tubektomi di Kecamatan Metro Selatan pada tahun 2012 yang tercatat pada data kecamatan yaitu sebanyak 1928 orang.

2.      Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, RHS:rhs), sedangkan menurut (Arikunto, RHS:rhs) adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Menetapkan besarnya atau jumlah sampel suatu penelitian tergantung pada dua hal, yaitu adanya sumber-sumber yang dapat digunakan untuk menentukan batas minimal dari besarnya sampel.
Besar sampel pada penelitian ini ditentukan berdasarkan rumus pengambilan sampel menggunakan rumus Hidayat (2009:71) yaitu :
Keterangan :
n          = Jumlah Sampel
P1       = Proporsi pemaparan pada kelompok kasus
P2       = Proporsi pemaparan pada kelompok control
Zα        = Tingkat kemaknaan (untuk = 0,05 adalah 1,96)
Zβ        = Tingkat kuasa / kekuatan yang diinginkan (0,84)


            Besar sampel minimal yang diperoleh adalah berdasarkan hasil penelitian terdahulu pada variable tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi keluarga dengan OR = 3,1, nilai p 0,024; 95% CI:1,255-7,938 (Shinto, 2005). Hasil perhitungan menggunakan rumus diatas dengan derajat  kepercayaan 95% dan kekuatan uji 80% di dapatkan jumlah sampel 40 orang, dengan perbandingan 1:1 antara kelompok kasus dan kelompok kontrol, sehingga total responden 80 orang, terdiri dari 40 kelompok kasus dan 40 kelompok Kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini merupakan simple random sampling dengan cara menggunakan tabel bilangan random yang terlampir pada lampiran.


(itu buat rumusnya... really made by myself guyyss... ada hampir 20 menitan buat begituan, tp maaf nggak bs dicopy say... karna format .jpeg itu) 
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ... 

5 komentar:

  1. assalamualaikumm..maaf mau tanya, klo rumus P1 dan P2 ny didapat darimana ya? koq sy liat jurnal atau bku lain ga da dicantumkn rumus P1 dan P2 ny kyk gt? trimaksih..

    BalasHapus
  2. thanks sist, bantu banget mahamin rumusnya. oh iya mau tanya sist, tadi dijelaskan pada populasi kasus kan ada 33 org, kok setelah dihitung itu sampel yang diambil untuk kasus 40 orang??

    BalasHapus
  3. mw nanya ni sis ,,???? eeee z1 tu ket: ny ap ya..

    BalasHapus
  4. BGMANA MENCARI SAMPEL KALAU POPULASI BLM DIKETAHUI UNTUK CASE CONROL.TQ

    BalasHapus
  5. Maaf pak mo tnya bgaimana cara membedakan jumlah kasus dan kontrol pake rumus bagaimana? Trimakasih

    BalasHapus

Yang mau Comment monggoo:)

Total Tayangan Laman

Recent Posts

Recent comments

Followers